Pelatihan Pemanfaatan Kotoran Hewan Dorong Warga Desa Mangunjaya Kelola Limbah Menjadi Bernilai Ekonomi
Mangunjaya, 2 Juli 2026 – Pemerintah Desa Mangunjaya menggelar Pelatihan Pemanfaatan Kotoran Hewan pada Kamis (2/7/2026) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Mangunjaya, perwakilan Camat Mangunjaya, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), penyuluh dari bidang pertanian, serta para peserta dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mangunjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan, khususnya kotoran kambing, yang selama ini dianggap sebagai limbah tanpa nilai guna.
"Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat bahwa kotoran kambing dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga," ujarnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari bidang pertanian. Dalam paparannya dijelaskan bahwa kotoran kambing yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Selama ini, sebagian masyarakat hanya mengolah limbah tersebut dengan cara ditimbun atau dibakar.
Cara penanganan tersebut dinilai kurang tepat karena dapat memicu munculnya berbagai dampak negatif. Penimbunan kotoran kambing berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya hewan pembawa penyakit, seperti lalat dan nyamuk. Selain itu, bau yang ditimbulkan dapat menyebabkan pencemaran udara, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kandang ternak. Apabila jumlah limbah yang ditimbun terlalu banyak, kandungan di dalamnya juga dapat meresap ke tanah dan memengaruhi kualitas lingkungan.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara-cara pengolahan kotoran kambing yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mendukung sektor pertanian.
Desa Mangunjaya sendiri memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama pada sektor pertanian. Berbagai komoditas seperti padi dan sayuran menjadi hasil utama yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk organik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengolahan kotoran ternak juga berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah peternakan tidak lagi dipandang sebagai sumber pencemaran, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Pemerintah Desa Mangunjaya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah peternakan yang baik, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin