26 Jun

Selamat Datang di Desa Mangunjaya

Kantor Desa Mangunjaya
Kantor Desa Mangunjaya

 

Desa Mangunjaya terdiri atas 7 dusun, yaitu Dusun Mangunjaya, Dusun Gimbal, Dusun Sindang, Dusun Bantarhuni, Dusun Poris, Dusun Pasirlaja, dan Dusun Gerendong. Desa Mangunjaya terdiri atas 7 RW dan 51 RT yang tersebar merata di setiap dusun.

Sejarah asal mula terbentuknya Desa Mangunjaya berawal saat peperangan ke Batavia (Jakarta sekarang) melawan Belanda pada zaman VOC sekitar abad ke 16-17 M. Peperangan tersebut dipimpin oleh Dalem Jaya Mustafa yang merupakan Senopati utusan dari Kerajaan Mataram.

Sesampainya di Batavia, pasukan langsung melaksanakan peperangan tanpa beristirahat terlebih dahulu. Selama dua pekan mereka melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda yang perlengkapan peperangannya lengkap dan canggih. Namun akhirnya, bala tentara di bawah pimpinan Jaya Mustafa mundur karena banyak korban yang berjatuhan. Tentara yang mulanya pergi atas nama perang akhirnya jalan tanpa tujuan. Sampai akhirnya mereka tiba di suatu tempat yang dianggap aman untuk beristirahat bersama.

Jaya Mustafa mengambil keputusan dan mengajak bala tentaranya untuk tidak kembali lagi ke Mataram karena merasa malu oleh Kanjeng Sinuwun Mataram. Jaya Mustafa mengajak bala tentaranya untuk tetap tinggal di tempat peristirahatan tersebut dan memberinya nama Bangunjaya/Mangunjaya.

Terdapat bukti fisik yang dapat diperlihatkan ke generasi muda. Menurut cerita dari mulut ke mulut yang tiba sampai ke telinga penduduk Mangunjaya masa kini, terdapat tempat bersejarah yang melegenda di kalangan tokoh masyarakat, yaitu tiga batu yang dikeramatkan. Ketiga batu sudah ada sejak 7 Masehi dan terletak di Dusun Gimbal Desa Mangunjaya.

Batu tersebut diyakini sebagai peninggalan dari peralihan Kerajaan Mataram ke Kerajaan Majapahit. Meskipun begitu, cerita mengenai tiga batu keramat belum jelas makna dan asal mula terbentuknya.